[Sang Penakluk] Tokoh-tokoh agung yang berpengaruh dalam perluasan wilayah kekuasaan Islam

 

kawan-kawan sekalian, pada kesempatan kali ini kami mencoba mengeluarkan sedikit sejarah yang diukir oleh para pendahulu kita. merekalah yang menyebarluaskan islam selepas wafatnya Rasul, sehingga kita bisa mencicipi manisnya dien ini. maka dari itu jangan pernah minder kalau kita mempunyai islam karena sebernya islam itu the best.

Umar bin khaththab

Umar bin Khaththab bin Naufal bin Abdul Uzza, berasal dari Bani Adi bin Ka’ab. Sebelum masuk Islam, ia sangat memusuhi Islam dan banyak menyiksa kaum mukminin. keren

Ia masuk Islam tahun ke-6 Kenabian, hidup selama 35 tahun dimasa jahiliyah dan 30 tahun dalam pangkuan Islam.

Pada masa pemerintahannya, kaum muslimin banyak melakukan penaklukan negeri-negeri yang dikuasai Imperium Romawi dan Imperium Persia. Di antaranya, penaklukan yang dilakukan di kawasan sebelah Barat yang dibawah kekuasaan Imperium Romawi adalah:

  1. Perang Yarmuk tahun 14 H/635 M, 36.000 pasukan Islam dibawah pimpinan umum Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarah mengalahkan 200.000 tentara Romawi.
  2. Penaklukan wilayah pantai Syam, Damaskus dan Baitul Maqdis.
  3. Penaklukan Mesir dan Libia. Amru bin Ash berjalan ke arah Barat dan menaklukan Burqah, Zuwailah, Tripoli, Shabratah dan Syarus. Namun Umar melarangnya melakukan penaklukan lebih jauh dari itu.

Adapun penaklukan di kawasan sebelah Timur yang berada di bawah kekuasaan Imperium Persia adalah:

  1. Perang Namariq tahun 13 H, pasukan Abu Ubaid Ats-Tsaqofi berhasul mengalahkan pasukan Persia secara telak dan berulang-ulang di namariq, antara hirah dan Qadisiah
  2. Perang Jisr terjadi bulan Sya’ban 13 H.
  3. Perang Buwaib terjadi bulan Ramadhan 13 H.
  4. Perang Qadisiah tahun 14 H/635 M. Pasukan Mutsana digabungkan dengan pasukan yang datang dari Madinah di bawah pimpinan Saad bin Abi Waqosh. Persia kalah dan Rustum terbunuh.
  5. Penaklukan Jalawla’. Kaum muslimin berhasil menghancurkan pasukan gabungan Persia. Mengejar sisa-sisanya dan menaklukan kota Halwan, Tikrit, Maushil, Musabadzan, Ahwaz, Tustar, Sus dan Jandayasabur. Hurmuzan berhasil ditawan.
  6. Penaklukan Nahawand tahun 21 H/641 M. Pasukan Islam berjumlah 30.000 mengalahkan 150.000 pasukan Persia.
  7. Selama tahun 22-223 H/642-643 M, pasukan Islam menaklukan wilayah Persia yang terjauh.

Pada masa pemerintahan Umar, pasukan Islam telah merebut seluruh wilayah kekuasan Imperium Romawi dan Imperium Persia di benua asia dan Afrika. Umar lalu melakukan beberapa perbaikan dan inovasi administrasi, menetapkan kalender hijriyah, membentuk kantor-kantor pemerintahan dan militer dan melakukan perluasan masjidil haram. Umar gugur sebagai syahid pada tahun 23 h, saat mengimami sholat shubuh karena mendapat tikaman bertubi-tubi dari seorang budak Persia.

 

Khalid bin walid fakta-fakta-menarik-di-balik-sejarah-puasa-ramadhan-part-21

Khalid bin walid masuk Islam pada tahun 8 h, pada masa perjanjian damai Hudaibiyah bersama Amru bin Ash. Sebelumnya ia adalah salah seorang komandan perang Kafir Quraisy dalam perang Uhud. Tak lama setelah ia masuk Islam ia mendapat gelar Saifullah (Pedang Allah), atas keberhasilannya menyelamatkan dan membawa mundur 3000 prajurit Islam di perang Mut’ah dari gempuran 200.000 pasukan Romawi Timur. Kepiawan strategi militernya ini nampak bersinar di saat tiga panglima yang diangkat oleh Nabi gugur.

Pada saat penakluka Makkah, khalid diangkat sebagai panglima pasukan yang masuk dari kota Makkah bagian bawah. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Khalid mempimpin pasukan Islam menundukkan orang-orang murtad. Pertempuran terdahsyat adalah saat mengalahkan Nabi palsu Musailamah Al-Kadzab di Yamamah, tahun 12 H/ 633 M. Pasukan Khalid berhasil mengahancurkan 40.000 pasukan Musailamah. Musailamah sendiri tewas, maka padamlah pemberontakan orang-orang murtad.

Pada tahun 13 H, pasukan Khalid menghancurkan pasukan panglima Persia, Hurmuzan, dalam perang dzatu salasil. Pada pertempuran walaja april 633 m, kembali pasukan Khalid menghancurkan pasukan Persia yang dipimpin panglima bahman. Sebulan kemudian, dalm pertempuran ulles, pasukan Khalid menewaskan 70.000 pasukan Persia dan memukul mundur sisanya. Berturut-turut Khalid menaklukan hirah, anbar dan ain tamar. Di Al-Firad daerah perbatasan Iraq-Syam yang memisahkan wilayah Imperium Persia dan Imperium Romawi, pasukan Khalid mengalahkan pasukan Persia yang dibantu oleh suku-suku Kristen Badui. Selama 14 bulan di Iraq, pasukan Khalid mengalahkan pasukan Persia dalam limabelas pertempuran yang terjadi.

Pada tanggal 30 Agustus 634 M, 240.000 pasukan Romawi menyerbu pasukan Islam dengan dahsyat. Dengan keahlian militer, keberanian dan kesabaran yang tinggi, pasukan Islam berhasil menghancurkan pasuka Romawi. Lebih dari 120.000 tentara Romawi tewas di Lembah Wakusa dan tenggelam di Sungai Yarmuk. Kemenangan besar atas Imperium Romawi ini menjadi awal pembebasan seluruh negeri Syam dan hegemoni Romawi Nasrani.

Selama masa kekhalifahan Umar, Khalid yang telah menjadi prajurit biasa, turut serta dalam penaklukan Damaskus, Himsha, Qansarin dan wilayah Syam lainnya. Pahlawan yang rendah hati ini wafat di kota Himsha, tahun 21 H/642 M.

Sa’ad bin abi waqosh

Ia adalah paman Nabi Muhammad dari jalur ibu, masuk Islam pada awal periode dakwah Islam di Makkah pada usianya yang ke 17, satu dari sepuluh sahabat Nabi yang dijanjikan masuk surga semasa hidupnya. Di medan Qadisiah pasukan Islam berhadapan dengan pasukan Imperium Persia yang dipimpin oleh panglima besarnya, Rustum. Pasukan Islam menyerbu dengan dahsyat, menghancurkan musuh dan menewaskan Rustum. Akibat kekalahan besar ini, sisa-sisa pasukan Persia melarikan diri. Saad pun menjadi panglima yang menaklukan Persia. Berturut-turut saad mengalahkan Persia; mihran, hurmuzan dan firuzan. Babilonia dan kaldea pun direbutnya.

Jatuhnya ibu kota madain menjadi pertanda keruntuhan Imperium Persia. Berturut-turut satu per satu negeri Persia ditaklukan. Dalam pertempuran Jalawla’, pasukan Islam menghancurkan pasukan Persia. Tak kurang dari 100.000 tentara Yazdarijd tewas dan buyarlah segala rencana busuknya. Saad membangun kota Kufah sebagai kota pemukiman baru untuk Kaum Muslimin. Ia berkembang pesat menjadi pusat militer, pemerintahan dan kebudayaan. Saad menjadi gubernur Kufah pada masa kekhalifahan Umar dan Utsman. Ia meninggal pada tahun 50 h pada usia 70 tahun dan dikebumikan di Madinah.

 

Muawiyah bin abi sufyan

Muawiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah, lahir di Makkah tahun 20 sebelum hijrah. Ia adalah sosok yang terkenal fasih, penyabar, berwibawa, cerdas, badannya tinggi besar dan kulitnya putih. Ia masuk Islam pada tahun 6 H/ 627 M, saat terjadi perjanjian Hudaibiyah.

Ia ikut dalam perang Hunain dan Thoif bersama Rasulullah. Ia adalah salah satu juru tulis wahyu yang selalu berada di garis depan pada saat pertempuran. Pada masa peperangan melawan Romawi di Syam, ia berhasil membebaskan kota ‘Arqoh, Jubail dan Beirut. Khalifah Umar mengangkatnya sebagai gubernur Yordania, kemudian menjadi gubernur Damaskus setelah saudaranya, Yazid, meninggal. Pada masa khalifah Utsman, ia diangkat menjadi gubernur di seluruh wilayah Syam. Pada masa itulah ia membentuk angkatan laut pertama dalam sejarah Islam. Pada tahun 28 H/647 M, ia menaklukan Cyprus. Pada tahun 31 H/ 651 M, ia mengirim pasukan angkatan laut Islam di bawah pimpinan Abdullah bin Saad bin Sarh dalam perang Dzatu Shawari melawan angkatan laut Romawi. Ini adalah perang laut pertama dalam Islam.

Wilayah-wilayah yang berhasil dibebaskannya terbentang sampai Samudra Atlantik, Benua Afrika, Pulau-pulau Yunani dan Dardanil. Satu-satunya peperangan yang gagal adalah saat mengepung dan mencoba menaklukan Konstantinopel dari darat dan laut, tahun 50 H/ 670 M dan tahun 53-61 H/ 672-680 M.

Angkatan laut Muawiyah memegang peranan penting di laut Tengah. Di wilayah Turki melawan Romawi, pasukannya menaklukan pasukan Jarba di Tunisia pada tahun 49 H/ 669 M, kepulauan Rhodesia tahun 53 H/ 673 M, kepulauan Kreta tahun 55 H/ 624 M, dan kepulauan Ijih dekat Konstantinopel tahun 57 H/ 680 M. Di wilayah Afrika, pasukannya menaklukan Benzarat tahun 41 H/ 661 M, Qamuniyah dan Susat tahun 45 h/ 665 M, Surt, Mogadishu, Tharablis dan Wadan.

Di Asia Tengah dan Sindh, pasukannya menaklukan sijistan dan sebagian Takharistan tahun 45 H/ 665 M, Qushtan dan Bukhara tahun 44 H/ 664 M, India dan Sindh diserang tahun 44 H/ 664 M. Muawiyah meninggal di Damaskus tahun 60 H/ 679 M, setelah memerintah selama 20 tahun.

 

Amru bin ‘ash

Amru bin ‘Ash masuk Islam pada masa perjanjian Hudaibiyah, bersamaan dengan keIslaman Khalid bin Walid. Dia adalah salah satu ahli strategi bangsa Arab. Rasulullah sendiri pernah mengangkatnya sebagai seorang komandan pasukan, karena memandang keberanian dan kecermelangan pendapatnya. Pada masa Abu Bakar, ia ditunjuk sebagai salah satu komandan pasukan Islam yang berjuang di Syam. Pada peperangan itulah karirnya mulai menanjak dan dikenal sebagai orang yang ahli dalam strategi dan taktik dalam perang.

Ia berhasil dengan gemilang pada dua pertempuran besar, Yarmuk dan Ajnadin di Syam, berperan aktif dalam menundukan tepi Barat sungai Yordan dan berhasil menguasai Damaskus. Meski demikian, ketenarannya yang hakiki terletak pada keberhasilannya dalam menaklukan wilayah Mesir. Setelah negeri-negeri Syam jatuh, mperium Byzantium menjadikan Mesir sebagai pusat kekuatan untuk merebut kembali Syam.

Dengan seizin Umar ia membawa pasukannya ke Mesir. Dengan 4000 prajuritnya, ia berhasil mengalahkan pasukan Romawi di Ayn Syam pada tahun 20 H/640 M, menghancurkan benteng Babylonia pada tahun 21 H/ 641 M dan bahkan menguasai Iskandariah pada tahun 22 H/ 642 M. Ia terus berjuang ke arah Barat, menaklukan Barqah, Zuwailah, Tripoli, Shabratah dan Syarus.

Di Mesir ia bukan hanya seorang paglima militer, namun juga seorang peletak tatanan hukum dan pemerintahan. Ia melakukan beberapa perubahan dalam urusan pengadilan, pajak, politik, ekonomi dan bahkan mendirikan ibukota baru yaitu Fusthath (Kairo). Selama memerintah, ia telah bertindak adil dan lembut terhadap penduduk Mesir, serta meringankan beban hidup mereka. Penduduk Mesir yang merasakan penindasan selama masa penjajahan Imperium Romawi sangat mencintai dan menghormatinya.

 

Thariq bin ziyadtimthumb-php

Thariq bin Ziyad Al-Laitsi di lahirkan sekitar tahun 50 H, dari suku Barbar Shudfah dipegunungan Maroko. Masuk Islam melalui perantara Musa bin Nushair, panglima pasukan daulah umawiyah yang melakukan penaklukan di Afrika Utara. Keberanian, ketangkasan dan kepemimpinannya mengundang kekaguman Musa bin Nushair. Ia pun diangkat sebagai tangan kanan Musa bin Nushair. Berdua mereka berhasil mengalahkan bangsa Paganis Barbar, pasukan Romawi Timur dan menaklukan negri-negri di Afrika Utara.

Tahun 89 H, khalifah walid bin abdul malik mengangkatnya sebagai gubernur tangier. Musa bin Nushair kemudian memberangkatkan pasukan berkekuatan 12.000 prajurit di bawah pimpinan Thariq binziyad untuk menaklukan andalusia.

Pasukan Thariq menyeberangi laut Tengah, melewati sebuah selat dan mendarat disebuah bukit karang. Sebelum terjadi pertempuran, Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal pasukannya dan memberinkan khotbah penggugah semangat. Pada tanggal 28 Ramadhan 92 H/ 710 M, pertempuran melawan 100.000 pasukan kerajaan Gothia berlangsung dengan sengit di kota Kadiz, Thariq berhasil membunuh Raja Roderic dan tentara Islam berhasil merebut kota Asybilia.

Thariq melanjutkan perjuangannya dengan menakluka Kordoba, Malaga, Granada Dan Ibu Kota Spanyol, Toledo. Pada bulan Ramadhan 93 H/ 711 M, Musa bin Nushair lalu menyusul ke Andalusia, menaklukan kota Sevilla, Merida, Osasuna, Carmona dan Rawaq. Pasukan gabungan kedua panglima muslim ini berhasil menundukan kota Aragon, Kastilia, Katalonia, Barcelona, Zaragosa, Valencia, Syatiba, Tortosa, Dania dan seluruh daratan Spanyol. Saat pembukaan daerah Islam akan diteruskan ke Utara dengan melampaui pegunungan Pyrenia, Khalifah Walid Bin Abdul Malik tidak menyetujuinya, bahkan memanggil keduanya pulang ke Damaskus. Thariq tercatat sebagai panglima yang pertama kali membuka jalan dakwah di Eropa dengan penaklukan bumi Andalusia ini. Namanya diabadikan sebagai nama selat Jabal Thariq (Giblartar).

 

Harun Ar-rasyid

Harun Ar-Rasyid, putra Khalifah Abbasiyah, Al-Mahdi, dilahirkan di Ray (Teheran) 146 H/ februari 763 m. Ia menggantikan saudaranya Musa Al-Hadi sebagai Khalifah pada tahun 170 H/ 786 M, saat itu usianya baru 23 tahun.

Tahun 185 H/ 791 M, Imperium Byzantium memutuskan perdamaian yang dicapai pada Masa Khalifah Al-Mahdi dengan menyerang beberapa wilayah Muslim. Harun membalasnya dengan merebut kota Matarah dan Ancyra, menaklukan Cyprus kembali, menggempur Crete dan menewaskan sejumlah besar pasukan Romawi. Romawi terpaksa berdamai dan membayar jizyah dengan jumlah yang besar. Setelah itu, beberapa kali kaisar Byzantium menyerang wilayah Islam dan melanggar perjanjian, namun setiap kali pula Harun mengalahkan mereka, memberi ampunan dan menarik jizyah yang lebih besar.

Pada masanya, Baghdad menjadi pusat peradaban yang menarik orang-orang terpelajar dari seluruh dunia. Dalam waktu singkat, Baghdad telah menjadi kota metropolis terbesar dan tempat tertinggi bagi ilmu pengetahuan di dunia. Khalifah yang memimpin kafilah haji sebanyak sembilan kali ke Makkah, menyelang-selingi masa satu tahun untuk ribath dan satu tahun untuk haji ini, memerintah selama 23 tahun 6 bulan dan wafat di Baghdad pada tanggal 4 Jumadits Tsani 193 H/ 809 M.

 

Abdurrahman Al-Ghafiqi1150219_458002374307816_1168067131_n

Abdurrahman binAbdullah bin Basyar Al-Ghafiqi berasal dari kabilah Ghafiq di Yaman. Ia seorang tabi’in yang ikut serta dalam penaklukan negeri-negeri Afrika Utara dan Andalusia. Tak sampai 20 tahun sejak takluknya Spanyol oleh Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair, tentara Islam dapat menduduki wilayah-wilayah Selatan dari Prancis, merebut dataran sungai Rhone dan maju lebih jauh ke jantung pusat Prancis. Kekalahan tentara Islam terjadi dalam pertempuran Toulouse di bulan Zulhijah 102 H/722 M, dengan gugurnya panglima Samah bin Malik. Av sebagai seorang perwira senior menarik mundur pasukan ke Narbonne dan diangkat sebagai panglima pengganti.

Pada awal tahun 114 H/732 M, ia memimpin pasukannya bergerak ke Utara melewati Aragon dan Navarre dan memasuki Prancis pada musim semi 732 M. Ia menaklukan Arles dan bergerak ke Barat, menyeberangi sungai Garonne, menyapu Acquitania, menundukan kota-kota dan dataran-dataran subur dan akhirnya merebut ibukota, Bordeaux. Abdurrahman Al-Ghafiqi kembali berputar ke lembah sungai Rhine, melewati Bourgondia, menduduki kota Lyon dan Besancon. Pasukan perintisnya telah mencapai Sens yang berjarak 100 mil saja dari Paris. Ia bergerak ke jurusan Barat hingga ke pinggir sungai Loire dan menundukan bagian selatan Prancis, dari timur ke barat. Sebuah kemenangan sepanjang 1000 mil dari bukit karang Gibraltar hingga sungai Loire.

Menyadari bahaya yang tengah mengancam, dunia Kristen Barat menyatukan kekuatannya di bawah pimpinan Raja Franka Karel Martel, sehingga membentuk sebuah pasukan yang besar. Kedua pasukan bertemu di dataran antara Tours dan Poitiers, di pinggir anak sungai Loire. Perang kecil berkecamuk selama delapan hari, dimulai tanggal 12-13 Oktober 732 M/ atau akhir bulan Sya’ban 114 H. Pada hari kesembilan barulah pecah perang besar-besaran yang menentukan nasib.

Pada hari kesepuluh saat kemenangan hampir diraih oleh pasukan Islam, musuh menyebarkan isu bahwa mereka berhasil merebut kemah-kemah pasukan Islam yang berisi harta rampasan perang. Konsentrasi pasukan Islam pecah, banyak yang lebih memilih menyelamatkan harta rampasan perang. Saat berusaha mengendalikan kondisi pasukan yang kacau, Abdurrahman Al-Ghafiqi syahid oleh anak panah musuh. Para komandan Islam segera menarik mundur pasukan di malam yang gelap. Pasukan yang terluka terpaksa ditinggal dan dibantai oleh musuh. Begitu banyaknya ummat Islam yang gugur, sehingga daerah itu disebut Bilatusy Syuhada’, Negeri Para Syuhada. Menurut para pakar sejarah, bila kaum Muslimin meraih kemenangan dalam perang tersebut, niscaya seluruh daratan eropa jatuh ke pangkuan Islam.

Muhammad Al-Fatih umar-bin-abdul-aziz

Muhammad II adalah putra sulta Turki Utsmani, Murad II. Ayahnya bertugas sebagai gubernur di Maghasia, menduduki tahta tahun 1451 M dan meninggal dunia 1481 M. Hari-hari terakhir ayahnya merupakan periode penaklukan yang berlangsung terus-menerus dan tak kenal lelah. Di usianya yang masih belia, 22 tahun, sultan Muhammad II bertekad untuk menaklukan kota Konstantinopel, ibukota Imperium Romawi Timur.

Usaha untuk menaklukan Konstantinopel telah dicoba oleh ummat Islam sejak zaman Khalifah pertama dari Dinasti Umawiyyah hingga masa sultan Bayazid, kakek sultan Muhammad II, semua usaha ini belum menemui keberhasilan. Sultan Muhammad II mengetahui besarnya tugas yang harus diembannya untuk merebut kota yang mampu membendung banyak penakluk sejak berabad-abad sebelumnya dan pada waktu itu dijaga pasukan gabungan dari Negara-negara Eropa Timur dan Selatan.

Sultan Muhammad II mendirikan pabrik peleburan logam dan gelas di Kota Edyrne. Pabrik ini menghasilkan jenis senjata baru, termasuk sebuah meriam raksasa yang mampu membakkan bola-bola batuyang beratnya lebih dari 1.300 pound sejauh satu mil atau lebih. Diawal tahun 1453 M, pasukan Turki maju kesasaran mereka, merebut kota-kota dan desa-desa yang berdekatan dengan Konstantinopel. Pasukan Turki menancapkan panji-panji di gerbang kota St. Romunus dan berkemah lima mil di luar tembok kota. Pengepungan dimulai tanggal 6 April 1453 M. Meriam raksasa melontarkan batu kearah tembok kota dan meruntuhkan benteng itu, namun dengan cepat dapat diperbaiki oleh pasukan pengawal kota.

Sultan Muhammad II juga membawa senjata baru berupa menara kayu kecil yang dilengkapi roda, bagaikan benteng berjalan. Dari benteng berjalan inilah pasukan Turki melemparkan tembakkan melalui celah-celah dinding kota. Pengepungan mampir memasuki minggu ketiga, ketika armada Venesia yang akan memberikan bantuan kepada pasukan Byzantium lolos dari hadangan armada laut Turki Utsmani. Armada Byzantium dan Venesia telah memblokade lautan, sehingga pengepungan dari laut tidak bisa dilakukan.

Sultan Muhammad II berhasil mengatasinya dengan membuat rencana yang jitu dan berani untuk mengirim kapal-kapal ke pelabuhan yang dijaga ketat itu, bukan melalui laut melainkan melaui darat. Sebuah ‘jalan’ yang terbuat dari kayu sepanjang 10 mil dibentangkan dengan memasang plang-plang kayu yang kuat yang dilicinkan dengan lemak biri-biri dan lembu jantan. Delapan puluh perahu kecil dan kapal-kapal kecil lain yang bertiang dua disusun diatas gelindingan kayu, didorong kedepan oleh tim-tim pilihan dengan dibantu oleh lembu dan kuda janta, serta diawaki oleh prajurit-prajurit pilihan. Semuanya selesai dikerjakan dalam waktu semalam.

Ketika perahu-perahu Turki itu diturunkan ke air Tanduk Emas, pasukan pengawaal kota terperanjat. Esoknya terjadilah pertempuran dahsyat. Pasukan Turki, armada laut dan pasukan artilerinya, bergabung dalam tembak menembak yang menggemuruh di kota sejarah itu. Karena keberhailan menaklukan Konstantinopel yang mampu bertahan selama dalam mengahdapi pasukan Islam ini, sultan Muhammad II dijuluki Al-Fatih ‘sang penakluk’.

Sultan Muhammad II melanjutkan kemenangannya dengan menaklukanSerbia dan Montenegro pada tahun 1454 M, lalu merebut Ainos dan kepulauan Lemaos di dekat Aegean. Tahun 1463-1464 Bosnia, dan sejak 1463-1480 terlibat pertempuran sengit dengan Venesia. Tahun 1466, merebut Albania dan kota Ibagan. Meraih kemengan gemilang di Erzindjan pada tahun 1473 dan merebut Sicilia pada tahun 1474. Masa enam tahun beriktunya ditandai dengan usaha penaklukan Eropa. Sultan mendirikan benteng sabaes dekat Belgrado dan menyerbu Hongaria dan Austria. Dalam tahun 1476, merebut Kaffa dari tangan orang-orang Genoa dan menaklukan Moldova. Kekuasan Mongol yang bengis menawarkan penyerahan kekuasaan kepada sultan Turki. Armada Sultan merbeut kepulauan Ionia tahun 1479 M.

Ketika sedang gigih berperang di Asia, sultan menghembuskan nafas terakhirnya di Takfur Cayiri, 3 Mei 1481, dan dikebumikan di kota Konstantinopel. Selain pemimpin militer yang luar biasa, sultan adalah seorang pemimpin yang sholeh, dermawan, rendah hati, pelindung kesenian dan kesustraan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s