Masyarakat Jahiliyah

Assalamu alaikum warohmatullahi wa barokatuh

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul Muhammad. Saudara sekalian dalam tulisan ini kami sedikit memaparkan urgensi tauhid dan perbedaan antara masyarakat tauhid dengan masyarat tanpa tauhid (jahiliyah) semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Mari kita mulai dengan ayat,

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ ٢٥

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (al-anbiya:25)

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ…. ٦

 Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”… (an-naml:36)

Tauhid adalah seruan yang ditujukan kepada manusia, karena tauhid adalah kehidupan manusia. Diatas tauhid kemanusiaan dibangun, diatas tauhid masyarakat manusia dibangun. Oleh karena itu, tanpa tauhid tidak ada kehidupan bagi manusia dan tidak ada kemanusiaan. Allah mengutus para Rasul untuk menyerukan prinsip tauhid dan mengajarkan bahwa tauhid merupakan kebutuhan hidup yang paling utama bagi manusia.

Tauhid yang kami maksudkan dan yang dimaksudkan oleh para ulama tauhid adalah Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah Dan Tauhid Asma’ Wa Sifat. Namun dalam fokus catatan ini kami tidak menjabarkan makna dari ketiga tauhid diatas, kami akan membahas tentang masyarakat yang hidup tanpa tauhid (red-jahiliyah).

Saudara sekalian,

Gambaran dari masyarakat mukmin adalah masyarakat yang tenang dengan aqidah tauhid, mereka ridho dengan ketentuan Allah dalam soal rezeki dan ajal, sehingga iman mereka tidak dapat digoyahkan dengan kekuatan apapun. Sebaliknya, gambaran masyarakat jahiliyah adalah masyarakat yang syaraf mereka selalu tegang, hati mereka selalu cemas dan pikiran mereka senantiasa bingung. Tak seorangpun diantara mereka yang mampu tenang dari belenggu kematian yang selalu membayangi mereka kemanapun mereka berjalan juga kecemasan tak memperoleh rezeki senantiasa mengusik tidur mereka dan membuat kedua kelopak mata mereka tak mampu terpejam.

Tahukah kita, pengangguran di dunia barat kian hari kian meningkat. Satu persatu karyawan di sana mendapat surat pemberitahuan PHK karena perusahaan gulung tikar atau hampir bangkrut. Sementara tidak ada solusi dihapannya, yang mereka tahu hanyalah bunuh diri dan mati, sebab seluruh hidupnya hanya bergantung dengan gajinya. Sehingga, jika gajinya terputus ia berfikir kehidupannya juga telah putus. Ia ia tidak tahu cara untuk memutus rasa sakitnya, mengakhiri dukanya dan mengendurkan ketegangan syarafnya selain dengan mengakhiri hidup.

Disisi lain, media massa Yahudi membuntuti mereka dan menguntit mereka disaat tidur maupun terjaga, mencabut asas Ke-Tuhanan dari dalam dada mereka. Sehingga mereka tidak lagi meyakini agama, mereka tidak mau berlindung kepada Tuhan atau minta tolong kepada Tuhan, mereka tidak mau lagi bersimpuh mengiba kepada kekuatan tertinggi di kala kesusahan dan kesedihan menghampiri mereka.

Berbeda jauh dengan kehidupan seorang mukmin, apabila ditimpa musibah atau kesusahan seoarang mukmin langsung berhubungan dengan Allah. Ia merendahkan diri dan mengiba dihadapan-Nya, ia memohon agar kesusahannya disingkirkan, kesedihannya dihilangkan dan penderitaannya dihapuskan.

Saudaraku setauhid,

Komplotan Yahudi dalam protokolat IV berkata, “akan kita cabut kepercayaan kepada Tuhan dari benak orang-orang kristiani, kemudian kita letakkan sebagai gantinya angka-angka hitung dan aktivitas-aktivitas duniawi.”

Akhirnya, mereka berhasil menghancurkan gereja dan merobohkan bangunan terakhir yang menjadi tempat singgah orang-orang Nasrani. Orang-orang Nasrani telah berlepas diri dari gereja karena gereja mewajibkan pajak atas mereka. Supaya bisa lepas dari tuntutan pajak, mereka menyatakan bukan pengikut jamaah gereja. Karena itu, ia tidak lagi mendapat doa dari pastur, ia tidak lagi dinikahkan di hari pernikahannya, ia tidak disembahyangkan di hari kematiaannya, ia tidak lagi mendapat ketentraman di gereja dan ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menenangkan isi dadanya atau menghapus duka dan kepedihannya.

Orang-orang gereja sendiri telah rusak moralnya. Gereja-gereja yang mereka pimpin telah menjadi sarang kebusukan dari perbuatan amoral pendeta dan pastur-pasturnya. Para biarawati mengharamkan dirinya untuk menikah karena berharap kelak dapat menikah dengan Al-Masih di surga, mereka menjadi mangsa diantara cengkeraman para pendeta yang tidak mampu menundukkan naluri kelelakian mereka. Para pendeta itu tidak mampu mengalahkan nafsu seksual yang terpendam di dalam diri mereka. Mereka tidak mendapatkan penyaluran yang alami sehingga mereka berubah menjadi binatang buas yang memuaskan rasa dahaga dan lapar nafsu mereka kepada para biarawati yang menazarkan diri mereka untuk Al-Masih.

Gambar, majalah dan surat kabar Yahudi menguntit mereka kemana-mana. Media itu menghapus nilai kemanusiaan dan mencabut sisa-sisa budi pekerti, suara hati atau panggilan agama yang tertinggal di dalam sanubari mereka. Maka wajar jika di barat banyak klinik-klinik kejiwaan dan rumah sakit jiwa. Salah satu negara barat yang dianggap sebagai komplotan negara maju di dunia, seperti Swedia, anggaran yang dikhususkan untuk sarana pengobatan penyakit jiwa mencapai sepertiga dari seluruh anggaran belanja negara.

Pemerintah pun terpaksa harus membuka rumah sakit untuk para korban bunuh diri, dengan keputusan anggota parlemen yang menuntut dengan suara keras, “kita harus menyelamatkan putra-putra kita jangan sampai mati tergilas oleh roda kereta api atau hancur anggota badannya akibat manjatuhkan diri dari gedung bertingkat.”

Kita tahu bahwa mereka adalah masyarakat yang telah melupakkan Allah, sehingga Allah pun melupakkan mereka. Perilaku wanitanya telah menyimpang demikian dengan kaum prianya. Tiap orang sibuk dengan bekerja sepanjang bulan. Diakhir bulan, mereka mengambil gaji dan menghabiskan semuanya untuk plesiran di tepi-tepi pantai atau ke tempat-tempat hiburan. Mereka liburan mulai jum’at sore, lalu pergi ke kedai-kedai minuman keras. Mereka baru sadar dari mabuk pada senin pagi, karena mereka harus kembali bekerja. Mereka bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore tanpa berhenti seperti binatang.

Demikianlah, mereka mengumpulkan uang, kemudian menghambur-hamburkannya pada akhir pekan atau akhir bulan untuk memuaskan selera dan nafsu mereka. Penyakit kelamin menjadi momok menakutkan yang senantiasa menghantui mereka. Mereka diserang penyakit AIDS yang tidak ada obatnya dan tidak diketahui penangkalnya.

Saudara-saudara sekalian,

Masyarakat yang jauh dari Allah ini dinyalakan oleh gejolak syahwatnya oleh pers dan media massa Yahudi. Ya, perusahaan di bidang penyiaran televisi, bioskop dan perusahaan hiburan lainnya sebagian besar adalah milik Yahudi. Maka tidak aneh jikalau Yahudi memiliki pengaruh besar dalam pembentukan opini dunia internasional.

Orang-orang Yahudi di Jerman masih mendapatkan fasilitas berupa pembebasan membayar pajak selama 5 tahun. Padahal pajak kekayaan sangat tinggi di barat. Bahkan lembaga-lembaga pemerintah, gaji-gaji pegawai dan yang lain wajib dekenai pajak. Semua itu diberikan sebagai konpensasi bagi orang-orang Yahudi akibat kerugian yang mereka derita selama meletusnya perang dunia II. Sebuah pembantaian yang hanya diada-adakan.

Menurut mereka, Hitler telah melakukan pembantaian atas orang Yahudi dengan membakar mereka di tungku-tungku oven roti dan mengusir mereka. Padahal, itu hanyalah rekayasa Yahudi untuk mengundang simpati dunia setelah perang dunia II. Hal ini mereka lakukan agar negara yang mereka bangun untuk bangsa Yahudi di Palestina memperoleh pengakuan dan agar supaya bangsa Yahudi bisa mengklaim ganti rugi sesuka mereka kepada Jerman.

willis cartoTregedi Holocaust, yakni pembakaran orang-orang Yahudi di tungku-tungku pengovenan gas, sebenarnya hanyalah cerita yang direkayasa oleh orang Yahudi. Di Los Angeles, ada lembaga sejarah yang membuktikan bahwa semua cerita pembantaian itu adalah bohong. Willis Carto berani membayar 50.000 US dollar bagi sejarawan yang bisa membuktikan bahwa kaum Yahudi pernah dibakar di tungku-tungku gas. Lembaga itu meneliti tungku-tungku pengovenan roti yang disebut-sebut sebagai tempat pembantaian itu. Ternyata, tungku-tungku tersebut hanya bisa memuat satu orang saja. Jadi, apa maksud dari film-film yang disebarkan komplotan Yahudi yang memperlihatkan bahwa ribuan orang Yahudi dibakar di dalam satu tungku?

kosnnprOrang Yahudi mengatakan, “berita apapun tidak boleh sampai kepada masyarakat sebelum melalui persetujuan kita.” Jaringan berita ABC, CBS dan NBC adalah tiga jaringan berita terbesar di Amerika yang menguasai opini masyarakat dunia. Dari jaringan berita tersebut, berita-berita tentang keterlibatan teroris (red-mujahidin) di afghon, palestina, suriah dan negara islam lainnya disebarkan ke Dunia internasional. Ketiga jaringan berita diatas berada dibawah kendali Yahudi.

Itulah sebagian nama-nama media massa yang dikuasai dan dikendalikan oleh Yahudi. Media itu mereka jadikan sebagai cambuk untuk menyambuk punggung anak manusia. Menggiring mereka, tidak mengizinkan mereka berfikir dan tidak memberikan waktu sejenak pun untuk kembali kepada sifat kemanusiaan mereka atau berfikir tentang jalan hidup dan masa depan mereka sendiri.

konspirasi

Ketika seseorang melihat kehidupan spiritual orang barat yang terkoyak dan orang timur yang rusak, ketika seseorang mengetahui bahwa takaran minum alkohol orang-orang timur adalah 20 liter per hari, ia akan mengetahui sejauh mana hajat manusia kepada tauhid. Tauhid dibutuhkan untuk membebaskan manusia yang bingung dan lalai itu kembali ke jalan Allah.

konspirDan lagi media massa Yahudi menyebarkan gambar-gambar porno yang membuat aliran darah bergejolak, membangkitkan syahwat dan menenggelamkan para pemuda dalam kubangan nafsu seks yang busuk. Sehingga yang ia tahu hanyalah memuaskan nafsu semata dan seleruh kehidupannya hanya untuk memuaskan nafsu perut dan bawah perut.

Kita melihat orang-orang barat hidup dalam lingkaran setan, hidup dalam lingkaran krisis moral yang menghancurkan jiwa dan raga mereka, yang mengubah kehidupan mereka seperti dalam neraka, maka tahulah kita akan nilai Tauhid.

Saudara-saudara setauhid,

Para ibu di Amerika menjauhkan anak gadisnya dari rumah serta menempatkannya di apartemen sendirian. Sang ibu khawatir jika ia tetap di rumah bpaknya sendiri akan merusak kehormatannya. Suatu ketika seorang pria dimunculkan dalam tayangan televisi Amerika. Suara dan wajahnya disamarkan, lalu tanpa malu-malu berkata “saya telah melakukan hubungan seksual dengan anak gadis saya dan ternyata berhubungan seksual dengan anak gadis sendiri terasa lebih nikmat dan lebih menggairahkan.” Bayangkan, kehidupan macam apa yang telah menimpa manusia, sehingga perbuatan yang amat menjijikan tersebut disebarluaskan melalui layar televisi?

sigmund-freudOrang Yahudi berucap “akan kita sebarluaskan pikiran-pikiran sigmund freud yang berkaitan dangan masalah seks. Sehingga tidak tersisa lagi dalam pandangan para pemuda sesuatu yang suci dan akan terjadilah kerusakan moral di semua tempat. Dengan demikian, kita akan mudah menguasai dunia sementara mereka dalam keadaan terbius tak sadarkan diri.”

Bahkan saudar-saudara sekalian, virus itu tidak hanya menyerang dunia barat bahkan virus sigmund freud telah berhasil menyebar di negri tercinta. Tercatat bahwa kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual tiap tahunnya terjadi peningkatan, tak hanya dilakukan oleh laki-laki dewasa, virus itu meracuni otak anak-anak sehingga mereka dewasa sebelum waktunya. Masih ingatkah kita lantaran apa walikota surabaya menutup tempat lokalisasi terbesar se-Asia tenggara itu, anak SD memuaskan nafsunya kepada wanita lansia. Apakah kita akan mengelak dari semua itu?. Maka dengan itu semua kita akan tahu nilai tauhid bagi kehidupan manusia.

Saudara-saudara setauhid,

Andai kalian tahu cara hidup orang-orang barat yang jauh dari islam dan tauhid, kalian semua pasti akn memuji Allah atas karunia Din dan tauhid yang diberikan kepada kalian. Jadi, pedang harus diagkat, senjata harus digalakan sehingga Allah disembah sendirian di muka bumi ini. Senjata harus digunakan untuk menancapkan bendera tauhid, senjata harus dipakai untuk menyelamatkan anak manusia.

Seperti kata-kata Rib’i bin Amir kepada Rustum, panglima pasukan Romawi. Ia menemui rustum di singgasana emasnya tanpa bekal makanan yang cukup. Ia hanya membawa kantong kurma dan sarung pedang. Ia mengoyak hamparan permadani dan bantal sandaran, lalu naik untuk uduk disamping Rustum. Rustum menenyakan sesuatu yang kemudian ia jawab dengan kalimat “Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan terhadap sesama hamba kepada penghambaan terhadap Allah. Dari sempitnya dunia menuu kelapangan dunia dan akhirat dan dari kejahatan kepercayaan-kepercayaan kepada keadilan islam.” Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s