Kebahagiaan Sesungguhnya

kolom-semangat-sebagai-kunci-kebahagiaan-1314_lAssalamu’alaikum warahmutullahi wabarakatuhu

Kaum muslimin yang di muliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala

Suatu ketika ada sebuah keluarga hiduplah seorang anak perempuan dan ayahnya, pada saat kesehariannya sang ayah merupakan seorang yang bekerja keras mencari uang untuk menghidupkan keluarganya, kemudian sang ayah selalu berkerja dari mulai pagi hari sampai menjelang larut malam dan ketika pulang sang ayah mendapati anaknya sudah tertidur pulas, kemudian  kejadian tersebut terus terjadi.

Tetapi tidak untuk hari ini sang ayah menemukan pada saat pulang kerumah selepas berkerja dia mendapati anaknya berdiri di depan pintu menyambutnya datang sembari terseyum, dan sang ayah mengucapkan salam kemudian anaknyanyapun menjawab salamnya dan sesudahnya anaknya mempersilahkan ayahnya untuk beristirahat sambil sang anak menyiapkan air minum untuk di suguhkan kepada sang ayah, pada saat minuman sudah di suguhkan kepada sang ayah, anaknyapun memulai pembicaraan dengan minta sang ayah untuk meluangkan waktunya , dan ketika sang ayah mendengar permintaan anaknya, sang ayah menjadi marah karena cape sehabis pulang kerja dan sebelumnya berniat untuk langsung beristirahat, dan kemudian dibentaknyalah sang anak oleh ayahnya dengan mengatakan “ tidarlah sana , ayah sedang cape dan ingin berisrirahat segera” mendengar perkataan sang ayah, sang anak menagis sambil lari menuju kamarnya dan tanpa menghiraukan tangisan anaknya sang ayah langsung beristirahat menuju kamarnya.

Keesokan paginya sang ayah belum mendapati anak perempuannya keluar dari kamarnya, dengan rasa bersalahnya sang ayah menghampiri sang anak di kamarnya, kemudian sang ayah mengetok pintu dan masuk kedalam kamar anaknya , dengan terkejut sang ayah masih mendapati anaknya menagis dan terbaring di atas kasur, dengan lembut di sertai rasa bersalahnya sang ayah mulai untuk meminta maaf kepada sang anak tersebut, “ nak ayah minta maaf atas kejadian tadi malam yang kemudian selalu membuatmu menangis” anaknya terus melanjutkan tangisannya , dan sang ayah memulai pembicaraan dengan menanyakan kepada anaknya “nak kemarin malam sebelum kamu meminta ayah untuk meluangkan waktu, bahwa kamu hendak meminjam uang kepada ayah 5000 rupian, untuk apakah itu anakku ? dengan terbata-bata di sertai isak tangisnya sang anak tersebut mengatakan “ aku hanya ingin meminjam uang 5000 rupiah ayah , nanti sesudah itu aku ganti”  dengan disertai kebingungan ayahnyapun bertanya kembali “tapi untuk apa anakku, ayah ingin tahu” dengan kembali disertai isak tangisnya dan dengan wajah polos sang anak mengatakan “wahai ayah sesungguhnya aku mendapati di dalam tabunganku hanya tersisa uang 3000 rupiah dan aku mengetahui bahwa gajimu jika di hitung perharinya berkisar 16.000 rupiah kemuadian aku ingin meminjam uang kepada ayah 5000 rupiah supaya aku bisa menganti separuh gaji ayah perharinya 8000 rupiah ,karena aku ingin di temani oleh ayah setengah hari saja” dengan mendengar perkataan anaknya itu sang ayahpun menangis haru dan menyesal selama ini dia kurang membersamai keluarga dan hanya menilai semuanya dengan uang.

Sodaruku yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala

Memang kita menyadari hidup di kota metropolitan segalanya berkaitan dengan harta dan jabatan, dan terkadang kebersamaan dalam kekeluargaan selalu di singkirkan dan diabaikan. Tetapi ingatlah wahai sodaraku Segala sesuatu tidak bisa di nilai dengan uang bahkan kebahagian sekalipun tidak bisa di nilai dengan uang , ingatlah pula wahai sodaraku bahwa sebaik-baiknya bekal di akhirat nanti bahkan bukan harta atau uang tetapi sebaik-baiknya bekal adalah taqwa sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala :

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٧

 dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal” ( Q.S Al Baqoroh : 197 )

Dan ingatlah pula wahai sodaraku, di akhir ajal kita yang menemani kita keliang lahat ada 3 hal yaitu yang pertama adalah keluarga kita, yang kedua harta kita dan yang ketiga ialah amal kita , kemudian keluarga dan harta akan pulang tinggal satu yaitu amal kita.

Karenaitulah Beramal dan bertaqwa kepada Allah Ta’ala modal utama menyelamatkan keluarga kita dari siksaan api neraka , Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kepada kita untuk memperhatikan keluarga kita, di dalam Ayatnya Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan ( Q.S. At Tahrim : 06 )

Maka peliharalah dan jagalah diri kita dan keluarga kita dari siksaan api neraka

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s